Musrembang Perempuan,
Hasilnya Hebat
SEMARANG –
Penyertaan perempuan dalam musyawarah rembug pembangunan (Musrembang)
memerlukan kebijakan tersendiri. Biasanya kalau campur dengan bapak-bapak,
perempuan lebih banyak diam. Jika berembug sesama perempuan dapat menghasilkan
pemikiran yang hebat. Demikian dikatakan oleh DR Indra Kertati, Direktur
Lembaga Pengkajian dan Pengembangan
Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) dalam
acara peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan masyarakat untuk
pengarusutamaan gender (PUG) di Provinsi Jateng, Selasa (23/2). Acara yang berlangsung di
kantor PB3AKB Jl Pamularsih 28, diikuti
30 anggota Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender.
Lebih jauh Dosen FISIP Untag 1945 itu menambahkan
PUG perlu dilaksanakan agar laki-laki dan perempuan memperoleh akses sama pada
sumber daya pembangunan, berpartisipasi sama termasuk dalam pengambilan
keputusan, pengendalian, dan memperoleh manfaat sama dari hasil pembangunan.
Kemiskinan yang
menjadi salah satu sebab kesenjangan gender. Untuk itu Indra Kertati mengatakan
perlunya ada kebijakan dasar penangulangan, meliputi antara lain meningkatkan
akses perempuan terhadap kesempatan kerja dan berusaha, pendidikan murah dan
bermutu, pelayanan kesehatan umum dan reproduksi, serta peningkatan penerimaan
manfaat dari program kemiskinan pada khususnya.
Belum Optimal
Sementara itu
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana
(BP3AKB) dalam sambutan yang dibacakan oleh Bambang Puspita, mengatakan, potensi
perempuan sebagai sumber daya insani belum dioptimalkan, bahkan sebagian besar
masih menjadi beban pembangunan. Data tahun
2014, jumlah penduduk Jawa Tengah 34.930.796. Terdiri dari perempuan 17.233.478 (49,34%)
dan 17.697.318 (50,66%) laki-laki.
Kesenjangan gender masih banyak dialami perempuan Jateng, Nampak dari Indek
Pembangunan Gender (IPG) 67,97 dengan kompositnya: Usia harapan hidup 70,22
laki-laki dan perempuan 74, 07. Angka melek huruf laki-laki 95,58 dan perempuan
88,01. Rata-rata lama sekolah laki-laki 7,86 dan perempuan 7,03. Untuk Indek
Pemderdayaan Gender (IDG) 71, 22 dengan komposit keterlibatan perempuan di
parlemen 21,00%, perempuan sebagai tenaga manager profesional admisnitrasi dan
teknisi 45,70%, sumbangan perempuan dalam pendapatan kerja 32,99% (humaini)
Humaini As adalah pengurus Yayasan Kepodang/KKP3A (Koalisi Komunikasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Semarang, peserta acara Peningkatan Kapasitas dan Jaringan Kelembagaan Masyarakat untuk Pengarustamaan Gender (PUG) Jawa Tengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar