Pendidik
Harus Murah Senyum dan Menyenangkan Anak
SEMARANG – “Pendidik harus
murah senyum, menjadi sosok yang menyenangkan anak, bersedia untuk belajar dan selalu tertantang
untuk meningkatkan kreativitas,”
demikian dikatakan oleh Sri Utami
Purwaningsih, dari TPA Pelangi Anak
Negeri Yogyakarta, Sabtu (30/1) di Hotel Dalu.
Di depan peserta workshop “ Menuju Daycare
Profesional yang Humanis “ para
pengelola Taman Penitipan Anak dan Kelompok Bermain ( TPA & KB) perbagai daerah di Jateng, Umi
Tami, panggilan akrab Utami Purwaningsih menguraikan ciri guru kreatif dan
profesional. Singkatan FORCHILDREN, memudahkan
ingatan bahwa guru harus Fleksibel, Optimistis, Respect, Cekatan, Humoris,
Inspiratif, Lembut, Disiplin, Responsif,Empatik dan Nge-friend.
“Seberapa megah bangunan TPA KB kalau pendidik tidak mempunyai sifat
itu, ya tidak akan berkembang” , katanya. Dari lebih 200 anak yang dipercayakan
pada TPA Pelangi Anak Negeri, beberapa diantaranya anak berumur 2 th.
Anak
Menangis
Mantan penyiar yang berganti
profesi menjadi “pengasuh: anak “ itu memberikan tips menenangkan anak saat
emosi TPA - KB adalah mengajak anak ke luar dari lingkungan yang membuatnya
prestasi.angkan, tapi kalau perlu dibiarkan menangis sepuasnya , dibiarkan
menendang atau menjerit sampai anak merasa tenang. Mengatakan akibat jika anak
terus emosi dan menangis. Anak terus diawasi, sdiemangati terus saat anak berperilaku positip, sambil memberi pujian
jika anak kembali masuk kelas.
Menurut ketua Forum Komunikasi
Taman Anak Sejahtera Jateng . Dhany Widjanti, S Psi, makin dibutuhkannya
TPA-KB mendorong diselenggarakannya
workshop . Jaringan Forum Komunikasi Taman Penitipan Anak dan Kelompok Bermain ( FK TPA&KB). sebagai
wadah/ organisasi pemberdayaan TPA dan KB yang bersifat multisektoral
dan forum kerjasama, berkomunikasi secara langsung di tiap kabupaten atau kota.
Dibentuknya FK TPA&KB
didasarkan pada kenyataan luasnya wilayah yang menjadi jangkauan dengan
topografi beragam, karaktersitik masalah yang berbeda, ketersediaan sumber daya
baik alam, sosial maupun manusia yang berbeda antarwilayah, menjadikan masalah
atau hambatan dan tantangan yang dihadapi di tiap wilayah juga berbeda.
Sisi yang lain, beragamnya
institusi yang terlibat dalam pelayanan sosial anak balita merupakan potensi
yng harus dikembangkan dan dimanfaatkan optimal untuk kepentingan pelayanan
sosial anak.
Dalam upaya untuk
memperkaya informasi dan pengalaman melalui jejaring kerja sama forum
komunikasi, diperlukan kerjasama yang sinergis, harmonis, saling melengkapi,
sehingga pengembangan pelayanan sosial anak balita yang holistik dan integratif
dapat terwujud. (humaini)
tulisan ini juga dinuat di cybernews suara merdeka (Cyber SM)
Humaini As adalah pengurus dari Forum Taman Anak Sejahtera unsur media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar